Denpasar - Polisi berhasil menangkap pelaku penculikan bayi, Ni Ketut di Makassar, Sulawesi Selatan. Ketut menculik bayi tetangga kosannya di Denpasar pada awal Agustus 2016 lalu.
"Jadi pelapor (orang tua bayi) melahirkan di RSUP Sanglah pada 31 Juli 2016. Tersangka lalu membantu membayar tagihan persalinan sebesar Rp 11 juta," kata Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja, kepada detikcom, Rabu (12/4/2017).
Orang tua bayi bernama Clarabel Edrea Putri itu tak mampu mengganti uang Ketut dengan cepat. Kemudian datang kerabat orang tua bayi dengan maksud untuk membawa sang bayi ke kampung halaman orangtuanya di Pulau Jawa.
"Namun tidak diberikan oleh tersangka dan diminta menebus Rp 1 miliar dan akhirnya tawar-menawar disepakati Rp 25 juta," ujar Hengky.
Kemudian orang tua bayi diminta pindah oleh pemilik kosan untuk menghindari keributan. Ketut dan orang tua bayi itu adalah tetangga satu kosan.
"Pelapor hanya bisa menghubungi tersangka melalui telepon untuk menanyakan kondisi bayi sambil mengusahakan uang tebusan," ucap Hengky.
Tak lama kemudian, orang tua bayi mendatangi kosan tersebut namun Ketut sudah tidak tinggal lagi di kosan yang terletak di Denpasar tersebut. Begitu pula dengan buah hati mereka yang tak ditemukan di lokasi itu.
"Tersangka dan bayinya sudah tidak di kosan itu, dilarikan ke Sulawesi Selatan," pungkas Hengky.
Penyidik mengendus keberadaan Ketut di rumah sepupunya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Penyidik langsung melakukan penindakan pada Selasa (11/4) kemarin dan membawa Ketut beserta bayi malang itu ke Denpasar tadi pagi.
"Pasal yang dipersangkakan adalah penculikan anak dan atau mencabut anak dari kuasa yang sah sesuai pasal 328 KUHP dan atau 330 KUHP," imbuh Hengky.
Wednesday, 12 April 2017
Jokowi: Jangan Ada yang Goda Kita Tak Rukun, Nanti Asing Cawe-cawe
Bandung - Presiden Jokowi berpesan agar bangsa Indonesia menjaga kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Pesan itu disampaikan setelah sebelumnya dia meminta salah seorang warga Jawa Barat melafalkan Pancasila.
"Pintar-pintar ini di Jawa Barat, Pancasila-nya hafal semuanya, bagus. Tinggal penerapannya dalam kehidupan sehari-hari ya," kata Jokowi di Graha Batutunggal, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/4/2017).
Jokowi lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kala itu Raja Salman kagum dengan keberagaman yang ada di Indonesia.
"Saat saya bertemu dengan Sri Baginda Raja Salman yang menyampaikan kekagumannya mengenai betapa kita yang sangat bermacam-macam itu kita bisa bersatu," kata Jokowi.
Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa lokal. Tetapi bisa hidup berdampingan dan saling menghormati.
"Jadi jangan sampai ada yang menggoda-goda kita untuk tidak rukun, tidak bersatu. Contoh-contoh di negara yang lain," ungkap Jokowi.
Sebuah negara yang sudah terlanjur pecah, sulit untuk kembali rukun. Sehingga amat penting untuk menjaga kerukunan.
"Untuk kembali rukun itu sulit, sangat sulit sekali. Itu kan nanti asing juga akan ikut cawe-cawe (ikut campur-red), manas-manasin, ngompor-ngompori. Tidak! Kita ingin rakyat kita bersatu," tegas Jokowi.
"Pintar-pintar ini di Jawa Barat, Pancasila-nya hafal semuanya, bagus. Tinggal penerapannya dalam kehidupan sehari-hari ya," kata Jokowi di Graha Batutunggal, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/4/2017).
Jokowi lalu bercerita tentang pertemuannya dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud. Kala itu Raja Salman kagum dengan keberagaman yang ada di Indonesia.
"Saat saya bertemu dengan Sri Baginda Raja Salman yang menyampaikan kekagumannya mengenai betapa kita yang sangat bermacam-macam itu kita bisa bersatu," kata Jokowi.
Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 17.000 pulau, 714 suku bangsa, dan 1.100 bahasa lokal. Tetapi bisa hidup berdampingan dan saling menghormati.
"Jadi jangan sampai ada yang menggoda-goda kita untuk tidak rukun, tidak bersatu. Contoh-contoh di negara yang lain," ungkap Jokowi.
Sebuah negara yang sudah terlanjur pecah, sulit untuk kembali rukun. Sehingga amat penting untuk menjaga kerukunan.
"Untuk kembali rukun itu sulit, sangat sulit sekali. Itu kan nanti asing juga akan ikut cawe-cawe (ikut campur-red), manas-manasin, ngompor-ngompori. Tidak! Kita ingin rakyat kita bersatu," tegas Jokowi.
Elite Golkar Temui Novanto di DPR Bahas Pencekalan
Jakarta - Beberapa petinggi Golkar bertemu dengan Ketua DPR Setya Novanto di kantornya sore ini. Salah satu hal yang dibahas adalah soal pencekalan Novanto ke luar negeri terkait kasus e-KTP.
Pengurus Golkar yang tampak hadir di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2017) adalah Idrus Marham, Kahar Muzakir, dan Nurdin Halid. Ada pula Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan sejumlah pengurus Golkar lainnya.
Mereka terlihat keluar beriringan sekitar pukul 17.45 WIB. Idrus Marham mengatakan pertemuan ini dilakukan di gedung DPR karena menghampiri Novanto. Ia juga mengatakan bahwa mereka hanya membahas mengenai persiapan pilkada.
"Itu tadi kita rapat untuk membahas persiapan pilkada, pertama DKI dan juga pilkada tahun 2018," ujar Idrus.
Sementara itu, Kahar Murzakir mengakui adanya pembahasan soal pencekalan Novanto ke luar negeri. "Ya salah satunya itu (pencekalan), Di samping pilkada tadi yang utama," kata Kahar.
Sedangkan Airlangga Hartato mengatakan dirinya hanya bersilahturahmi datang ke gedung DPR. "Hanya silahturahmi, nanti ketemu saja di kementerian ya," tuturnya.
Mereka langsung bergegas memasuki mobil masing-masing dan langsung melaju meninggalkan gedung DPR RI.
Pengurus Golkar yang tampak hadir di Gedung Nusantara III DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/4/2017) adalah Idrus Marham, Kahar Muzakir, dan Nurdin Halid. Ada pula Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan sejumlah pengurus Golkar lainnya.
Mereka terlihat keluar beriringan sekitar pukul 17.45 WIB. Idrus Marham mengatakan pertemuan ini dilakukan di gedung DPR karena menghampiri Novanto. Ia juga mengatakan bahwa mereka hanya membahas mengenai persiapan pilkada.
"Itu tadi kita rapat untuk membahas persiapan pilkada, pertama DKI dan juga pilkada tahun 2018," ujar Idrus.
Sementara itu, Kahar Murzakir mengakui adanya pembahasan soal pencekalan Novanto ke luar negeri. "Ya salah satunya itu (pencekalan), Di samping pilkada tadi yang utama," kata Kahar.
Sedangkan Airlangga Hartato mengatakan dirinya hanya bersilahturahmi datang ke gedung DPR. "Hanya silahturahmi, nanti ketemu saja di kementerian ya," tuturnya.
Mereka langsung bergegas memasuki mobil masing-masing dan langsung melaju meninggalkan gedung DPR RI.
Novel Baswedan Diteror, Kapolri: Tunggu Hasil Kerja Tim
Makassar - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tim khusus terus bekerja mengungkap pelaku teror terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Tim khusus yang dibentuk terdiri dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara.
"Kita tunggu hasil kerja tim, saat ini masih memeriksa saksi-saksi, mendalami potensi motif. Identitas pelaku tidak akan kami sampaikan supaya dia tidak mengetahui," ujar Tito dalam kunjungan kerja di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu (12/4/2017).
Terkait teror penyiraman air keras yang dialami Novel, Kapolri menegaskan pihaknya akan memberi pengamanan ekstra bagi para penyidik KPK. Hal ini sebelumnya disebut Tito akan dikoordinasikan dengan pimpinan KPK.
"Kami telah memberikan pengamanan ke Novel saat di rumah sakit, tapi sekarang sudah diberangkatkan ke Singapura, kita bangun komunikasi dengan KPK, kita serahkan ke KPK, bila diminta kita akan beri perlindungan maksimal bagi penyidiknya," ujar Tito.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4). Lokasi masjid itu sekitar 4 rumah dari kediaman Novel di Jalan Deposito T Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polisi juga sudah menyita beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, yakni cairan yang digunakan penyerang, cangkir, dan kamera CCTV milik Novel untuk melihat rekaman saat penyerangan terjadi.
(mna/fdn)
"Kita tunggu hasil kerja tim, saat ini masih memeriksa saksi-saksi, mendalami potensi motif. Identitas pelaku tidak akan kami sampaikan supaya dia tidak mengetahui," ujar Tito dalam kunjungan kerja di Mapolrestabes Makassar, Jl Ahmad Yani, Rabu (12/4/2017).
Terkait teror penyiraman air keras yang dialami Novel, Kapolri menegaskan pihaknya akan memberi pengamanan ekstra bagi para penyidik KPK. Hal ini sebelumnya disebut Tito akan dikoordinasikan dengan pimpinan KPK.
"Kami telah memberikan pengamanan ke Novel saat di rumah sakit, tapi sekarang sudah diberangkatkan ke Singapura, kita bangun komunikasi dengan KPK, kita serahkan ke KPK, bila diminta kita akan beri perlindungan maksimal bagi penyidiknya," ujar Tito.
Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan salat subuh di Masjid Al-Ihsan, Selasa (11/4). Lokasi masjid itu sekitar 4 rumah dari kediaman Novel di Jalan Deposito T Nomor 8, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Polisi juga sudah menyita beberapa barang bukti dari lokasi kejadian, yakni cairan yang digunakan penyerang, cangkir, dan kamera CCTV milik Novel untuk melihat rekaman saat penyerangan terjadi.
(mna/fdn)
Polisi Periksa Lulung Terkait Kasus Dugaan Korupsi TIM
Jakarta - Bareskrim Polri tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi proyek gedung teater di Taman Ismail Marzuki (TIM). Polisi pun meminta keterangan Abraham Lunggana alias Lulung terkait hal itu.
"Benar (Lulung) diperiksa," ucap Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan kepada detikcom, Rabu (12/4/2017).
Adi menyebut Lulung diperiksa di kantor Dittipikor Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilakukan pada hari ini.
Adi menyebut kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Terkait pemeriksaan Lulung, Adi tidak menjelaskan apa peran Lulung terkait kasus itu.
"Pekerjaan penyempurnaan gedung teater kesenian Jakarta TIM, TA (Tahun Anggaran) 2012," ucap Adi.
"Benar (Lulung) diperiksa," ucap Kasubdit I Dittipikor Bareskrim Polri Kombes Adi Deriyan kepada detikcom, Rabu (12/4/2017).
Adi menyebut Lulung diperiksa di kantor Dittipikor Bareskrim Polri, Gedung Ombudsman RI, Kuningan, Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilakukan pada hari ini.
Adi menyebut kasus itu masih dalam tahap penyelidikan. Terkait pemeriksaan Lulung, Adi tidak menjelaskan apa peran Lulung terkait kasus itu.
"Pekerjaan penyempurnaan gedung teater kesenian Jakarta TIM, TA (Tahun Anggaran) 2012," ucap Adi.
Tiba di Arena Debat, Djarot: Mohon Doa Restunya
Jakarta - Debat final calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta akan digelar malam ini. Cawagub DKI nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat mengaku siap untuk mengikuti debat pamungkas malam ini.
Djarot tiba di Hotel Bidakara pukul 18.20 WIB didampingi sang istri, Happy Farida. Djarot nampak mengenakan kemeja biru sedangkan Happy mengenakan kotak-kotak merah.
Untuk persiapan debat, Djarot hanya meminta untuk didoakan. "Doanya saja," kata Djarot seraya tersenyum di Hotel Bidakara, Rabu (12/4/2017).
Terkait pertemuannya dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) siang tadi dalam rapat internal tim pemenangan, Djarot mengaku hanya membahas soal pembagian tugas untuk debat.
"Ya diskusi pembagian tugas saja, kan sudah terbiasa saja kita, jadi mohon doa restunya aja," ujarnya.
Dia juga menampik ada pertanyaan yang harus diantisipasi. Menurutnya semua pertanyaan harus dijawab dengan baik. Mantan wali kota Blitar itu pun kembali meminta doa restu agar bisa mengikuti debat dengan baik.
"Nggak (ada ansitispasi), bebas aja, pertanyaan apapun kita jawab. Doain aja," tutupnya.
Djarot tiba di Hotel Bidakara pukul 18.20 WIB didampingi sang istri, Happy Farida. Djarot nampak mengenakan kemeja biru sedangkan Happy mengenakan kotak-kotak merah.
Untuk persiapan debat, Djarot hanya meminta untuk didoakan. "Doanya saja," kata Djarot seraya tersenyum di Hotel Bidakara, Rabu (12/4/2017).
Terkait pertemuannya dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) siang tadi dalam rapat internal tim pemenangan, Djarot mengaku hanya membahas soal pembagian tugas untuk debat.
"Ya diskusi pembagian tugas saja, kan sudah terbiasa saja kita, jadi mohon doa restunya aja," ujarnya.
Dia juga menampik ada pertanyaan yang harus diantisipasi. Menurutnya semua pertanyaan harus dijawab dengan baik. Mantan wali kota Blitar itu pun kembali meminta doa restu agar bisa mengikuti debat dengan baik.
"Nggak (ada ansitispasi), bebas aja, pertanyaan apapun kita jawab. Doain aja," tutupnya.
Panglima TNI Tambah Personel untuk Amankan Pilkada DKI Putaran 2
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan penambahan pasukan TNI untuk membantu pengamanan pemungutan suara Pilakda DKI putaran kedua pada tanggal 19 April 2017. Jumlah penambahan personel akan diberlakukan di semua TPS.
"Tentu (ada penambahan-red). TPS-nya saja ada berapa sekarang?" kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4/2017).
Untuk jumlah penambahan personel TNI tersebut, Gatot belum bisa menyebut angka pastinya. Namun dikatakan Gatot, setiap TPS minimal akan ditempatkan 1 personel.
"Mininmal di 1 TPS ada 1 personel," katanya.
Gatot mengatakan, terkait pengamanan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Untuk penempatan personel, Gatot mengatakan pihak kepolisian yang akan mengatur.
"Saya BKO dengan kepolisian. Nanti kepolisian yang akan menentukan berapa jaraknya dan tentu nanti kita adakan apel oleh Kapolri oleh polres-polres. Dan ditempatkan di tempat yang diperlukan," tuturnya.
Oleh karena Pilkada DKI ini ajang pesta demokrasi, Gatot menegaskan tidak akan mempersenjatai para pasukan TNI yang ikut mengamankan proses pemungutan suara.
"Tidak dipersenjatai, kenapa? Saya ingatkan ini pesta demokrasi. Pesta apa yang paling tidak aman coba dan pasti ada korban. Ya pesta miras oplosan. Pesta demokrasi enggak kok," ucapnya.
"Tentu (ada penambahan-red). TPS-nya saja ada berapa sekarang?" kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (12/4/2017).
Untuk jumlah penambahan personel TNI tersebut, Gatot belum bisa menyebut angka pastinya. Namun dikatakan Gatot, setiap TPS minimal akan ditempatkan 1 personel.
"Mininmal di 1 TPS ada 1 personel," katanya.
Gatot mengatakan, terkait pengamanan tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Untuk penempatan personel, Gatot mengatakan pihak kepolisian yang akan mengatur.
"Saya BKO dengan kepolisian. Nanti kepolisian yang akan menentukan berapa jaraknya dan tentu nanti kita adakan apel oleh Kapolri oleh polres-polres. Dan ditempatkan di tempat yang diperlukan," tuturnya.
Oleh karena Pilkada DKI ini ajang pesta demokrasi, Gatot menegaskan tidak akan mempersenjatai para pasukan TNI yang ikut mengamankan proses pemungutan suara.
"Tidak dipersenjatai, kenapa? Saya ingatkan ini pesta demokrasi. Pesta apa yang paling tidak aman coba dan pasti ada korban. Ya pesta miras oplosan. Pesta demokrasi enggak kok," ucapnya.
Subscribe to:
Comments (Atom)